Padang_Harian-RI.com
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Sumatera Barat mengatakan produksi sampah masyarakat meningkat saat bulan Ramadhan 1443 Hijriah yang didominasi sampah kelapa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon di Padang, Rabu mengatakan sampah organik yang diproduksi masyarakat di hari normal setiap harinya sekitar 550 ton hingga 600 ton.
"Sementara untuk bulan Ramadhan jumlah ini diprediksi meningkat sekitar 10 persen setiap harinya dan ini biasanya didominasi sampah kelapa," kata dia.
Selain itu sampah makanan tentu juga banyak di saat bulan puasa ini karena aktifitas masyarakat untuk mengonsumsi makanan lebih tinggi saat berpuasa terutama saat berbuka puasa.
"Semua sampah yang dihasilkan masyarakat tentu kita jemput dan antar ke tempat pembuangan akhir," katanya.
Menurut dia untuk pengangkutan sampah yang diproduksi masyarakat tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada penambahan jam kerja atau fasilitas pengangkutan.
"Paling biasa dilakukan pengangkutan sebanyak satu rit atau sekali angkut, di bulan puasa ini bisa dua rit," kata dia.
Sementara itu total kontainer sampah yang ada di Kota Padang sebanyak 181 kontainer yang tersebar di 11 kecamatan di kota tersebut. 181 kontainer tersebut terdiri dari 150 kontainer yang ada di tempat pembuangan sampah dan 31 kontainer gantung.
"Sampah masyarakat ini diambil dari kontainer tersebut sebelum diantarkan truk sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Aia Dingin Kecamatan Koto Tangah," kata dia.
DLH Kota Padang sendiri memiliki 74 mobil pengangkut sampah masyarakat yang terdiri dari 33 truk jungkit dan 41 unit truk Amrol. Setelah itu ada mobil minibus dengan bak terbuka sebanyak 19 unit dan 24 unit becak motor.
"Sarana ini yang coba kita optimalkan dalam mengangkut sampah masyarakat yang meningkat di bulan puasa ini," kata dia.(HR-RI_ASEP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar