
Pining_Harian-RI.com
Duka yang dalam membuat warga netizen mengeluarkan air mata,sedih,pilu semua hanyut di setiap tetes air mata yang keluar,ketika membaca dan membayangkan kisah remaja Kampung Pining Putri Handayani hanya tinggal seonggok daging yang tersisa dari tubuhnya,ketika si jago merah melalap rumah sang kakek bersama 9 unit rumah warga lainnya pada dinihari 02.30 Jumat Maret 2023.
Seonggok daging sisa tubuh pelajar SMPN 1 Pining membuat warga yang melihatnya fotonya, akan sedih dan menetes kan air mata menangis, mengapalah Putri ikut terbakar,kenapa tidak bisa selamatkan dirinya,kenapalah tidak ada yang menolongnya,kenapalah hal ini bisa terjadi,kata kata ini juga yang menjadi pertanyaan di warga netizen,pada setiap postingan tentang musibah kebakaran di Kampung Pining itu.
Dari berbagai sumber yang dikumpulkan Harian RI,com, kisah perjalan semasa hidupnya Putri Handayani menarik untuk di dikisahkan, remaja berkulit putih ini lahir di Kampung Pining 14 tahun lalu, namun saat Putri masih bayi,kedua orang tuanya berpisah,Putri kecil hidup dalam asuhan sang kakek dan nenek dari pihak Ayahnya, kakek dan neneknya tempatnya bermanja sedangkan sang ayah harus bekerja mencari nafkah bagi putri semata wayang, jerih payah sang Ayah Sabri 40 tahun, mampu membuatkan rumah setengah permanen untuk kakek,nenek dan Putri berlindung, namun takdir berkata lain.tengang
Putri Handayani remaja yang selalu ceria dan berbudi luhur dan rajin membaca dan menghafal Al-Qur'an merenggang nyawa dengan kondisi sangat menyedihkan,bahkan ketika rombongan Partai Demokrat Gayo Lues berkunjung dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran,keluarga Almh.Putri Handayani sempat memperlihatkan Al Qur'an milik Putri Handayani kepada anggota DPRK Hj.Salamah yang kondisinya masih utuh hanya sebagian kecil yang tersentuh api,Al Qur'an itu ditemukan warga tidak jauh dari jenazah Putri Handayani.
Diceritakan sebelum kejadian malam yang naas itu, Putri Handayani sempat menghubungi ibu Kandungnya yang tinggal di Aceh Tamiang melalui Ponselnya, dalam pesannya Putri mengatakan dirinya tidak bisa pulang lebaran ini sebut nya pada sang ibunya di Aceh Tamiang pada lebaran ini,dan sang Kakek masih sempat melihat cucunya yang berada di kamar lantai dua, sebelumya si kakek melihat cucunya sedang mengaji membaca Al-Qur'an beberapa saat kemudian si kakek naik lagi lantai dua kekamar Putri dan melihat Putri sudah tertidur dengan memeluk Al Qur'an didadanya, tidak ada firasat apapun di malam itu,sebab putri sudah terbiasa membaca Al Qur'an sebelum tidur, keluarga itu yang di cerita kan sang nenek langsung pada Hj Salamah, Hj. Salamah terharu dan tidak sadar nya HJ Salamah mengeluar kan air mata sambil melihat ke seorang nenek sambil mendengar kan cerita kisah terjadi nya yang menimpa cucu nya Fitri tersebut terlihat sedih danmata bers kaca kaca,mendengar kisah Putri yang diceritakan keluarga Almarhum Putri Handayani. almarhumah sendiri merupakan anak dari Sabri sang Ayah yang kini masih menjalani hukuman di Lapas Langsa
Dan semasa hidupnya Putri Handayani kerap menjadi perhatian pihak sekolahnya di SMPN 1 Pining,sebab dalam setiap kegiatan ke agamaan baik di sekolah maupun di desanya, Putri Handayani selalu diminta untuk membacakan ayat ayat suci Al Qur'an, bahkan rekan gurunya di SMPN 1 Pining sempat memperlihatkan video ketika Putri Handayani membacakan Al Qur'an di sebuah acara di salah satu masjid di Kecamatan Pining, kepada wartawan, Harian RI.kini Putri Handayani telah pergi untuk selamanya,selamat jalan penggemar baca Al-Qur'an dan calon penghafal Al Qur'an,semoga Allah SWT Menempatkan tempat terbaikNya bagimu di alam sana sebut keluarga langsung .pada Harian RI .com Johari argum
SIMAK JEJAKNYA DISINI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar